Berita Terbaru
Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Wakaf, Ketua BAZNAS Kepri Hadiri Diskusi Strategis di Batam
BATAM – Dalam upaya mengoptimalkan potensi filantropi Islam di wilayah Kepulauan Riau, Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., menghadiri forum diskusi strategis mengenai zakat dan wakaf. Kegiatan ini berlangsung di Wisma Pusat Informasi Haji (PIH), Batam Center, Kota Batam, Sabtu (24/1/26).
Acara ini menjadi momentum penting bagi para pengelola dana umat karena dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Pd. Kehadiran tokoh pusat ini memberikan sinyal kuat mengenai pentingnya penguatan tata kelola zakat dan wakaf di daerah perbatasan seperti Kepri.
Diskusi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah. Selain Ketua BAZNAS Kepri, forum ini juga melibatkan berbagai elemen penting dalam ekosistem zakat dan wakaf, Seprti BAZNAS Kota Batam, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam, Yayasan Nazhir Mitra Umat, Lembaga Wakaf LAZ Nasional yang beroperasi di wilayah Batam, Seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Batam
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada upaya peningkatan literasi masyarakat serta transparansi pengelolaan dana zakat dan wakaf. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pendayagunaan harta agama tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu memberikan dampak produktif bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.
Keterlibatan seluruh KUA se-Kota Batam juga dinilai krusial sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam mengedukasi pentingnya wakaf dan zakat melalui jalur formal yang telah diatur oleh undang-undang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mempererat koordinasi antarlembaga demi mewujudkan kemandirian ekonomi umat melalui instrumen zakat dan wakaf yang lebih modern dan akuntabel.
BERITA26/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Lintas Provinsi, BAZNAS Kepri dan BAZNAS (BAZIS) DKI Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi di BPBL Batam
BATAM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau mendampingi kunjungan kerja strategis pimpinan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Pertemuan yang berlangsung di Kawasan Jembatan 3 Barelang ini menjadi langkah awal penguatan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR). Jumat, (23/1/26).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi BAZNAS RI melalui Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional, Fitriansyah Agus Setiawan. Fokus utama kerja sama ini adalah menyinergikan peran BAZNAS (BAZIS) DKI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pihak swasta, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi para mustahik di sektor perikanan.
Langkah kolaboratif ini semakin diperkuat dengan payung hukum terbaru, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan legitimasi kuat bagi perusahaan untuk mengelola bantuan hibah dan dana CSR melalui BAZNAS, dengan memberikan kepastian perlakuan perpajakan atas zakat dan sumbangan keagamaan yang bersifat wajib.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas secara mendalam aspek teknis pelaksanaan pengelolaan dana CSR perusahaan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan teknis budidaya laut guna memastikan mustahik mampu mandiri secara ekonomi dan naik kelas menjadi muzaki.
Delegasi yang hadir dalam pertemuan ini antara lain:
BAZNAS Kepri: Wakil Ketua I Suparwi dan Kepala Unit Layanan Ahmad Arifin.
BAZNAS (BAZIS) DKI: Wakil Ketua II Muhammad Bahaudin, Kepala Bidang II Muhammad Nurminto, Kepala Seksi Bidang II Lina Yunita, dan staf pelaksana.
BPBL Batam: Kepala BPBL Batam Ipong Adi Guna beserta jajaran pejabat struktural.
Keterlibatan BAZNAS Kepri dalam mendampingi BAZNAS (BAZIS) DKI menunjukkan semangat kolaborasi antarwilayah yang harmonis. Dengan menggandeng BPBL Batam sebagai mitra teknis penyedia teknologi dan pendampingan budidaya, program pemberdayaan ini diyakini akan menjadi percontohan nasional dalam hal tata kelola zakat dan CSR yang berdampak nyata pada pengentasan kemiskinan di sektor maritim.
BERITA26/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang Safari Ramadhan di Lingga, Salurkan Bantuan BAZNAS untuk Warga
DABO SINGKEP – Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE, MM, didampingi Wakil Gubernur Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., melaksanakan rangkaian Safari Ramadhan di Dabo, Kabupaten Lingga, Senin (24/02).
Rombongan yang turut dihadiri Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., pimpinan OPD, dan perwakilan BRK Syariah ini mengunjungi tiga lokasi utama: Masjid Babul Ikhlas (Maghrib), Masjid Al Akhyar (Tarawih), dan Masjid Jami’atul Aula (Subuh).
Poin Utama Kegiatan:
Penyaluran Bantuan: BAZNAS Kepri menyerahkan bantuan kepada 30 penerima manfaat di setiap masjid (total 90 penerima) sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah.
Program Strategis: Gubernur memaparkan keselarasan program pembangunan Kepri dengan cita-cita besar Presiden untuk kesejahteraan rakyat.
Pesan Moral: Dalam ceramahnya, Gubernur menekankan pentingnya hidup bersahaja. Beliau menghimbau warga agar tidak tamak dan menghindari berhutang hanya demi merayakan Lebaran.
"Mari kita rayakan kemenangan dengan hati yang bersih, tanpa harus membebani diri dengan hutang atau sikap berlebihan," tegas Gubernur Ansar.
BERITA24/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Umat: BAZNAS & MUI Kepri Kompak di Safari Ramadhan Hari Ke-4
TANJUNGPINANG – Mengisi keberkahan hari keempat Ramadhan 1447 H (Minggu, 22/02/26), BAZNAS dan MUI Provinsi Kepulauan Riau kembali turun ke lapangan. Kali ini, Masjid Jami' Miftahul Falah, Ganet, menjadi titik temu hangat antara ulama, amil, dan jamaah.
Bukan sekadar kunjungan, agenda ini membawa misi kemanusiaan yang nyata:
Tanda Kasih (Penyaluran Zakat): Penyerahan paket sembako untuk meringankan beban para mustahik di sekitar lingkungan masjid.
Aksi Solidaritas: Penggalangan dana sebagai wujud kepedulian bagi saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatra serta dukungan berkelanjutan untuk Palestina.
Kehadiran Tokoh Kunci
Kehadiran jajaran pimpinan menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat syiar zakat di Kepri:
Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. (Ketua BAZNAS Kepri)
H. Bambang Maryono (Ketua Umum MUI Kepri)
Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si. (Waka II BAZNAS Kepri)
Deni Mulyana, S.E., M.Pd. (Waka IV BAZNAS Kepri)
"Ramadhan adalah momentum transformasi sosial. Melalui sinergi ulama dan amil, kita ajak masyarakat mengoptimalkan infak dan sedekah untuk kemaslahatan umat."
Mari jadikan bulan suci ini lebih bermakna dengan berbagi. Bersama BAZNAS dan MUI, kita kuatkan kepedulian dari Kepri untuk dunia.
BERITA23/01/2026 | Admin Digital Fundrising
BAZNAS Kepri Bekali 60 Mahasiswa Beasiswa STIT Lingga Menjadi Relawan Ziswaf
LINGGA – BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan edukasi Program Ramadhan kepada 60 mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa BAZNAS Kepri di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lingga. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai manajemen zakat, infak, dan sedekah (Ziswaf) menjelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kepri, Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, beliau memberikan pembekalan mendalam mengenai manajemen zakat, infak, dan sedekah (Ziswaf) serta strategi penghimpunan dana sosial keagamaan.
Tidak sekadar menerima teori, ke-60 mahasiswa tersebut secara resmi dilibatkan sebagai Relawan BAZNAS Kepri. Mereka akan bertugas menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan program-program keumatan serta menghimpun dana infak masyarakat. Dr. H. Pauzi menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa ini merupakan bentuk implementasi dari program pembinaan bagi para penerima beasiswa (mustahik) agar memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi.
Kehadiran pimpinan BAZNAS Kepri di kampus STIT Lingga ini disambut antusias oleh para mahasiswa. Dengan adanya mandat sebagai relawan, mahasiswa diharapkan dapat memperluas jangkauan dakwah zakat hingga ke lapisan masyarakat di pelosok Lingga. Melalui sinergi ini, BAZNAS Kepri optimis penghimpunan dana sosial di bulan Ramadhan tahun ini akan meningkat, sehingga lebih banyak kaum dhuafa dan korban bencana yang dapat terbantu.
BERITA21/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Perkuat Kesejahteraan Mahasiswa, BAZNAS Kepri dan STISIPOL Raja Haji Teken MoU serta Salurkan Beasiswa
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disejalankan dengan penyerahan Beasiswa BAZNAS Kepri Program "Anak Pulau Bintang Masa Depan" Tahun 2025 di Aula STISIPOL Raja Haji, Selasa (20/1/26).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., beserta Tim Penghimpunan BAZNAS Kepri. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua STISIPOL Raja Haji, Ferizone, S.Sos., M.P.M., yang didampingi Wakil Ketua II, Rendra Setyadiharja, M.I.P., serta jajaran pimpinan mulai dari Kabag Administrasi Umum, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, hingga para Ketua Program Studi (Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, dan Sosiologi).
Ketua BAZNAS Kepri, Arusman Yusuf, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah nyata dalam menyejahterakan dan memberdayakan umat, khususnya di lingkungan akademisi.
"Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi pendidikan. Melalui program 'Anak Pulau Bintang Masa Depan', kami berharap mahasiswa STISIPOL Raja Haji dapat terbantu secara ekonomi sehingga mampu fokus mengejar prestasi," ujar Arusman.
Selain prosesi penandatanganan MoU, Arusman juga memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan zakat. Ia memaparkan langkah-langkah kerja sama kedepan, termasuk mekanisme penghimpunan dan pendayagunaan zakat yang transparan guna mendukung keberlanjutan program bantuan bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi.
Ketua STISIPOL Raja Haji, Ferizone, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kepri atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, program beasiswa ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari pulau-pulau di wilayah Kepulauan Riau.
"Kerja sama ini adalah angin segar bagi kampus kami. Sosialisasi zakat yang diberikan hari ini juga membuka wawasan bagi seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya instrumen zakat dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat," kata Ferizone.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara tim BAZNAS Kepri dengan para dosen dan mahasiswa yang hadir. Diskusi tersebut mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk mengawal implementasi MoU agar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di Kepulauan Riau.
BERITA20/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Zakat dan Pendidikan, BAZNAS Kepri dan Universitas Ibnu Sina Jalin Kerja Sama Strategis
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam. Kolaborasi ini ditandai dengan silaturahim dan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kepri pada Selasa (20/2/26).
Kerja sama ini berfokus pada pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan kampus. Nantinya, dana ZIS yang dihimpun dari mahasiswa maupun tenaga pendidik UIS akan disetorkan melalui BAZNAS Kepri, yang kemudian disalurkan kembali melalui berbagai program kemaslahatan di lingkungan Universitas Ibnu Sina.
Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., menyambut langsung kehadiran jajaran pimpinan UIS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif UIS untuk mengintegrasikan potensi zakat ke dalam ekosistem pendidikan.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Universitas Ibnu Sina. Kami juga memaparkan beberapa program unggulan BAZNAS, terutama di bidang pendidikan dan pemberdayaan umat, yang sejalan dengan visi misi perguruan tinggi dalam mencetak generasi berkualitas," ujar Arusman Yusuf.
Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pengelolaan dana ZIS, tetapi juga menyentuh aspek pengembangan sumber daya manusia. Ia mengajak BAZNAS Kepri untuk berkolaborasi dalam menggagas program kewirausahaan bagi mahasiswa.
"Harapan kami, mahasiswa UIS tidak hanya dicetak untuk menjadi sarjana secara akademik, tetapi juga mampu berdaya saing dan memiliki kemandirian ekonomi. Melalui program kewirausahaan bersama BAZNAS, kita ingin mereka mampu membuka lapangan kerja baru setelah lulus nanti," tutur Dr. Larisang.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIS didampingi oleh jajaran pejabat struktural,Dr. Sumardin, SE., M.Si (Wakil Rektor III) Amirullah, S.Kom., M.M (Kabid Kerja Sama) Rasmin Nur Jading, SKM, M.Kes (Staf Kemahasiswaan)
Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berharap pengelolaan zakat di lingkungan kampus dapat dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan sivitas akademika serta masyarakat luas di Kepulauan Riau.
BERITA20/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Wujud Kepedulian Sesama, RSB Kepri Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Paguyuban Jawa Indramayu PA JA’I
TANJUNGPINANG – Rumah Sehat Baznas (RSB) Kepri terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Kali ini, RSB Kepri hadir di tengah warga dalam acara Silaturahmi dan Arisan Paguyuban Jawa Indramayu PA JA’I yang digelar di Perum Alam Tirta Lestari, Ganet, Minggu (18/1/26).
Kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis ini ditinjau langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kepri, Nanang Rohendi, S.Pd.I., M.A.P. Kehadiran RSB Kepri menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kepri disalurkan kembali dalam bentuk layanan kesehatan berkualitas bagi warga yang membutuhkan.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kepri berharap kesadaran akan kesehatan masyarakat semakin meningkat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga paguyuban.
BERITA18/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Perkuat Sinergi Pendidikan, BAZNAS Kepri dan UNRIKA Jalin Kerja Sama Tridharma serta Salurkan Beasiswa S1
BATAM – Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) resmi menjalin sinergi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang berlangsung di Ruang Pertemuan UNRIKA pada Rabu (14/1/2026).
Acara ini tidak hanya sekadar seremonial formal, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial melalui penyerahan Donasi Peduli Sumatera serta penyerahan bantuan Beasiswa Pendidikan S1 secara simbolis kepada para mahasiswa UNRIKA yang terpilih.
Ketua BAZNAS Provinsi Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah untuk sektor pendidikan di Kepulauan Riau. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M, menyambut hangat kerja sama ini. Beliau menekankan bahwa dukungan dari BAZNAS sangat berarti dalam mendukung pilar pendidikan dan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I (Ketua BAZNAS Prov. Kepri) Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si (Wakil Ketua II) Ahmad Arifin, S.E. (Kepala Unit Layanan) Dari Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) hadir Edwin Agung Wibowo, S.E., M.Com (Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam) Rahman Hasibuan, S.E., M.Si (Badan Pengurus Harian Yayasan) Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M (Rektor UNRIKA) Dr. Ramon Zamora, S.E., M.M (Wakil Rektor 1 & 3) Dr. Fathu Ukhriyati, S.E., M.M (Wakil Rektor 2) dan Serta jajaran Kepala Biro, Bagian Kerja Sama, Tim UPZ UNRIKA, dan para mahasiswa penerima beasiswa.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan simbolis beasiswa kepada mahasiswa, yang menandai babak baru kolaborasi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan demi mencetak generasi unggul di Kepulauan Riau.
BERITA14/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Kepri dan Universitas Batam Resmi Jalin Kerja Sama Tridharma
BATAM - Sebagai tindak lanjut dari pertemuan diskusi santai (coffee morning) pada Jumat pekan lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau dan Universitas Batam (UNIBA) secara resmi mengukuhkan komitmen kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rektor Universitas Batam. Rabu, (14/1/26)
Kerja sama ini berfokus pada implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang diintegrasikan dengan program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satu poin strategis dalam kesepakatan tersebut adalah pembentukan Tim Pengumpulan dan Tim Penyaluran yang melibatkan unsur mahasiswa melalui mekanisme kerelawanan.
Langkah ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian di kalangan generasi muda melalui beberapa program unggulan, seperti Munfik Milenial: Gerakan bersedekah bagi mahasiswa. Civitas Akademika Berzakat: Fasilitasi penunaian zakat bagi seluruh staf dan dosen. Penunaian Zakat Fitrah Kampus: Penyelenggaraan pengumpulan zakat fitrah bagi seluruh mahasiswa muslim di lingkungan kampus saat bulan Ramadhan.
Prosesi penandatanganan MoU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Dari pihak Universitas Batam, hadir langsung Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, IPU, ASEAN Eng (Rektor Universitas Batam) Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M. (Wakil Rektor I Universitas Batam) Dr. Mohamad Gita Indrawan, S.T., M.M. (Wakil Rektor 3 Universitas Batam) Dr. Mursal, S.E., M.M. (Ketua UPZ Universitas Batam) Faris Ramadhan, S.Ak., M.Ak. (Sekretaris Yayasan Griya Husada Batam) Ibu Jihaan Carissa Rumengan, B.Sc., M.Sc.B.A. (Direktur Strategi dan Hubungan Masyarakat Universitas Batam) Sementara itu, pihak BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau hadir Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. (Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau) Ahmad Arifin, S.E. (Kepala Unit Layanan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau)
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem filantropi Islam yang kuat di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.
BERITA14/01/2026 | Admin Digital Fundrising
BAZNAS Kepri Terima Donasi Peduli Bencana Sumatra dari Majelis Taklim Safinatul Muslimah
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau kembali menerima amanah donasi untuk membantu para korban bencana di Sumatra. Penyerahan donasi sebesar Rp10.000.000,- dilakukan oleh Majelis Taklim Safinatul Muslimah yang dipimpin oleh Ibu Hj. Caskini.
?Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Surau An-Nur pada Kamis (8/1/2026). Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Pengurus Majelis Taklim, Wiwik Pujakusuma, kepada tim pengumpulan BAZNAS Kepri.
?Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kepri, Deni Mulyana, S.E., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah Majelis Taklim Safinatul Muslimah atas kepedulian dan kedermawanan yang diberikan.
?Sinergi antara komunitas keagamaan dan BAZNAS Kepri ini diharapkan dapat terus terjalin untuk mempercepat proses penanganan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana di tanah air.
BERITA08/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Kebaikan: BAZNAS Kepri Matangkan Strategi Program Ramadhan 1447 H
BATAM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau mulai memanaskan mesin menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Bertempat di Aula SMKN 7 Batam, Kamis (8/1/2026), BAZNAS Kepri menggelar diskusi intensif mengenai program sosial dan penguatan strategi pendayagunaan zakat.
?Pertemuan bertajuk "Sinergi Kebaikan" ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kepri, para relawan, serta mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS. Diskusi ini bertujuan untuk menyatukan visi agar Pengumpulan dan penyaluran bantuan selama Ramadhan mendatang dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak luas bagi masyarakat.
?Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., menekankan pentingnya peran relawan dan mahasiswa sebagai ujung tombak di lapangan.
Menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa beasiswa merupakan bentuk pengabdian nyata mereka kepada masyarakat.
?Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kepri berharap seluruh elemen yang terlibat memiliki kesiapan mental dan manajerial yang matang. Dengan strategi yang terukur, program-program unggulan seperti bantuan sembako, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan ekonomi selama bulan puasa dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kepulauan Riau.
BERITA08/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Kebaikan: BAZNAS Kepri Gelar Diskusi Program Sosial dan Strategi Ramadhan 1447
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat langkah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bertempat di Aula SMA Negeri 2 Kota Tanjungpinang pada Rabu (7/1/2026), BAZNAS Kepri menyelenggarakan agenda silaturahmi sekaligus diskusi strategis mengenai penguatan program sosial dan persiapan menyukseskan pengumpulan ZIS menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah.
?Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi antara pengelola zakat dan mitra pendidikan di Kota Tanjungpinang. Fokus utama diskusi adalah merancang pola pengumpulan yang efektif dan tepat sasaran agar manfaat zakat dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan (mustahik), khususnya menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini.
?Hadir langsung dalam kegiatan tersebut pimpinan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, di antaranya:
Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. Wakil Ketua II, Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si. Wakil Ketua IV, Deni Mulyana, S.E., M.Pd.
?Pembahasan teknis mengenai target pengumpulan dan skema pendayagunaan bantuan sosial pada Ramadhan 1447 H dipaparkan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan partisipasi masyarakat dan instansi pendidikan dalam menunaikan kewajiban ZIS semakin meningkat, sehingga angka kemiskinan dan masalah sosial di Kepulauan Riau dapat ditekan secara signifikan.
?Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai bulan penuh keberkahan melalui gerakan zakat yang lebih masif dan terorganisasi dengan baik.
BERITA07/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Rakornas BAZNAS 2025, Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Rakornas BAZNAS 2025, Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengungkapkan peran zakat sangat penting dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, hari kedua, pada Rabu (27/08/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Pungkas juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas kiprahnya yang konsisten dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, serta menegaskan bahwa kontribusi zakat semakin relevan dalam mendukung pencapaian target pembangunan.
“Kemiskinan kita sudah turun drastis, sekarang sudah di bawah 10 persen. Namun yang menjadi perhatian adalah ketimpangan. Di sinilah zakat berperan penting, tidak hanya membantu secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Lebih jauh, Pungkas menekankan bahwa sinkronisasi program BAZNAS dengan arah pembangunan pemerintah menjadi hal yang sangat penting. Ia menyebutkan bahwa integrasi program BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan memperkuat daya ungkit terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“RPJMD di daerah harus mengikuti RPJMN. Karena itu, BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota perlu memastikan programnya tercantum dalam RPJMD, sehingga daya ungkitnya lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa potensi zakat nasional yang sangat besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, harus dikelola secara optimal. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan strategi ekosistem yang mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa terealisasi dengan menciptakan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tahu, mau, dan mampu menunaikan zakat. Faktor kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat menjadi kunci utama,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Pungkas menegaskan kembali bahwa zakat dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kontribusi BAZNAS akan sangat menentukan keberhasilan dalam menurunkan kemiskinan dan mengecilkan ketimpangan sosial.
“Kita ingin menuju Indonesia yang maju dan sejahtera, dengan kemiskinan mendekati nol dan kesenjangan yang semakin kecil. Peran BAZNAS dalam mendukung tujuan besar ini sangat strategis,” terangnya.
Menutup paparannya, Pungkas mendorong agar pengelolaan zakat semakin diperkuat melalui tata kelola yang baik serta pemanfaatan teknologi digital. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan efektivitas zakat sekaligus melengkapi keterbatasan anggaran pemerintah.
“APBN kita terbatas, sehingga peran pembiayaan non-pemerintah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi sangat penting. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan digitalisasi, zakat akan semakin besar kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Rakornas 2025 ini, BAZNAS RI meneguhkan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan zakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Berkolaborasi dengan BAZNAS RI untuk penyaluran bantuan sangat penting, agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para mustahik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS hari kedua, Rabu (27/08/2025).
Menurut Amalia, jumlah penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta dengan tingkat kemiskinan sebesar 23,85 juta orang. Jumlah masyarakat miskin terbesar berada di pulau jawa, antara lain Jawa Timur sebanyak 3,87 juta orang masuk da?am kategori miskin, Jawa Barat 3,6 juta orang miskin, Jawa Tengah 3,3 juta orang miskin, kemudian Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur.
“Jika dijumlahkan ada 13,13 juta orang atau sekitar 55 persen dari penduduk miskin di Indonesia ada di 5 Provinsi tersebut,” kata Amalia di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Menurut Amalia, berdasarkan survei yang dilakukan, mayoritas penduduk miskin ini berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga yang hanya lulusan SD. Salah satunya bekerja di sektor pertanian sebesar 45,67 persen, dan yang lain bekerja di sektor informal sehingga tidak memiliki jaminan kesehatan.
“Jadi pendidikan itu penting untuk menjamin tingkat kesejahteraan sebuah keluarga,” kata Amalia.
Karena itu, Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat yang memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin agar tidak putus sekolah. Dengan harapan, pendidikan ini akan mampu memutus garis kemiskinan pada keluarga miskin tersebut.
“Ini salah satu proses pemutusan rantai kemiskinan, jadi betapa pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan rumah tangga di generasi berikutnya,” jelas Amalia.
Amalia menambahkan, BPS juga menawarkan kerja sama dengan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, harapan penyaluran bantuan akan benar-benar tepat sasaran karena BPS memiliki data masyarakat miskin dan BAZNAS yang akan terjun langsung menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang berhak menerima.
“Kalau kolaborasi ini terjadi maka ini menjadi bagian penting proses pemutakhiran DTSEN yang bisa kita lakukan bersama-sama dan Bapak/Ibu bisa manfaatkan untuk melihat dan memetakan di mana orang miskin itu berada, siapa, sudahkah dia mendapatkan bantuan atau belum, kita bisa petakan bersama-sama menggunakan DTSEN ini,” kata Amalia.
Terakhir dia menambahkan, ada 4 barang komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan yakni beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan.
“Jadi kalau mau mengintervensi, membantu untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami 4 komoditas ini yang memang memberikan kontribusi kepada mereka,” ungkap Amalia.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakornas BAZNAS RI 2025, Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Rakornas BAZNAS RI 2025, Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergisitas antara pemerintah dan BAZNAS untuk kesejahteraan masyarakat, agar program pembangunan manusia berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Pratikno menyampaikan, BAZNAS tidak hanya berperan dalam menyalurkan zakat, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya dijangkau pemerintah. Menurutnya, peran BAZNAS sangat strategis karena dapat hadir lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
“Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal, karena harus ada perencanaan, anggarannya sudah dialokasikan, dan seterusnya. Tapi mungkin fleksibiltas bisa dilakukan di BAZNAS,” ujar Pratikno.
Pratikno menilai fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan BAZNAS dibandingkan birokrasi pemerintah. Katanya, sifat birokrasi yang kaku sering kali membuat respons terhadap kebutuhan masyarakat berjalan lambat. Di sinilah BAZNAS bisa mengambil peran pelengkap.
“Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel. Ini akan sangat membantu, khususnya untuk program-program yang sangat urgent,” jelas Pratikno.
Lebih lanjut, Pratikno menegaskan, sektor kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana merupakan bidang prioritas yang membutuhkan dukungan cepat dan tepat. Kontribusi BAZNAS di tiga sektor itu sangat penting untuk mengurangi beban publik yang berisiko tinggi jika penanganannya terlambat.
“Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian yang ditanggung publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental,” tambahnya.
Pratikno juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS tidak hanya berhenti di level pusat, melainkan dapat menginspirasi lahirnya koalisi di daerah. Menurutnya, kehadiran BAZNAS di daerah bisa menjadi motor penggerak sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga zakat.
“Kami mengharapkan sekali, kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan pembangunan manusia. Kalau BAZNAS ada tim yang kita bisa sama-sama membahas secara detail kerja sama, nanti dari kami siap,” katanya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Wakil Kepala Otorita Pantura: Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
SIARAN PERS
Nomor: 291/HUM-BAZ/VIII/2025
Rabu, 27 Agustus 2025
Wakil Kepala Otorita Pantura: Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian yang diwakili oleh Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si mengatakan, sinergi yang efektif antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan pemerintah daerah akan menciptakan sistem pengelolaan zakat yang komprehensif, dari level kebijakan hingga implementasi di lapangan.
Hal itu disampaikan Suhajar Diantoro dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025).
Menurutnya, koordinasi yang baik antara BAZNAS dan pemerintah daerah juga akan menghindari tumpang tindih program dan memastikan disribusi zakat yang adil dan merata sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
"Jadi kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah maka pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya tepat sasaran," ujarnya.
Selain itu, pihaknya menyebut jika pemerintah daerah berfungsi sebagai ujung tombak implementasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di satu sisi, Pemerintah daerah memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat.
"Hal ini memungkinkan pendekatan pengumpulan dan distribusi zakat yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lokal," jelasnya.
"Dengan begitu, kemampuan untuk melakukan pendataan muzaki dan mustahik secara akurat menjadi modal penting dalam optimalisasi pengelolaan zakat," imbuhnya.
Selanjutnya, pihaknya menyampaikan jika pemerintah daerah memiliki legitimasi dan wewenang untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan sektor swasta.
"Keterlibatan pemerintah daerah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, sehingga mendorong peningkatan partisipasi muzakki," ucapnya.
Sementara itu, kata dia, dalam konteks otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peluang untuk mengembangkan kebijakan dan program zakat yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayahnya.
"Penguatan peran ini harus didukung oleh regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai, agar dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan daerah," imbuhnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045: BAZNAS Provinsi Kepri hadir dalam Rakornas 2025
Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045: BAZNAS Kuatkan Peran Zakat dalam Rakornas 2025
Jakarta - BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 di Jakarta dengan tema "Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita". Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program zakat dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pembukaan yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (26/8/25) Hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum. Turut hadir pula Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir, M. Zaim A. Nasution; Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur; serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP. Acara ini juga diikuti oleh hadir Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. Wakil Ketua I BAZNAS Kepri Suparwi, S.Sos, M.M,. Wakil Ketua II BAZNAS Kepri Dr. Pauzi, S.Ag., M.Si. Wakil Ketua III BAZNAS Kepri Nanang Rohendi, S.Pd.I, M.A.P. dan Wakil Ketua IV BAZNAS Kepri Deni Mulyana, S.E, M.Pd. dan perwakilan BAZNAS dari seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia.
Rakornas ini semakin lengkap dengan kehadiran para pimpinan BAZNAS, antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D. Selain itu, hadir pula Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa Rakornas ini bertujuan menjadikan zakat sebagai instrumen vital dalam transformasi sosial dan percepatan pemerataan kesejahteraan. Dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, dan pembangunan yang inklusif.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor juga memaparkan data kinerja BAZNAS yang terus meningkat. Penghimpunan zakat nasional melonjak dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat meningkat signifikan dari Rp517 miliar (2021) menjadi Rp1,12 triliun (2024), dengan target Rp1,35 triliun pada 2025.
Selain itu, jumlah muzaki (pemberi zakat) juga terus bertambah, mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024, yang menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berzakat. BAZNAS juga telah memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan koordinasi nasional.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, turut mengapresiasi peran BAZNAS dalam membantu negara melindungi rakyat kecil. Menurutnya, BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus fakir miskin, melengkapi peran APBN dan program pemerintah.
“Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara dalam upaya mempercepat pencapaian-pencapaian tujuan bernegara,” kata Muzani. Ia menekankan bahwa negara yang kuat bukan hanya memiliki militer yang kuat, tetapi juga rakyat yang merdeka dari kemiskinan, sehat, dan memiliki pekerjaan.
Tidak hanya berfokus pada skala nasional, BAZNAS juga aktif di kancah internasional, khususnya dalam misi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah mengumpulkan Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
“Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ucap Kiai Noor.
Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya dapat terus menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun.
Dalam acara ini, BAZNAS juga memberikan hampir 1.000 penghargaan melalui BAZNAS Awards kepada BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat bagi semua pihak yang bergerak di bidang zakat.
Dengan sinergi yang kuat antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan zakat benar-benar menjadi pilar utama dalam mencapai Asta Cita dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
SIARAN PERS
Nomor: 289/HUM-BAZ/VIII/2025
Selasa, 26 Agustus 2025
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
"Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat.
"Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor.
Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa.
"AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani.
Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya.
Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat.
“Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakornas BAZNAS 2025, Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani mengapresiasi peran BAZNAS RI yang selama ini telah membantu negara dalam melindungi fakir miskin dan mereka yang membutuhkan kehadiran negara.
Hal tersebut disampaikan Muzani saat memberikan sambutan pada acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
“Siapa yang bertanggung jawab mengurus fakir, miskin, anak terlantar, kesehatan rakyat, usaha ekonomi kecil? menurut UUD yang bertanggung jawab untuk mengurus mereka adalah negara,” kata Muzani.
Muzani menjelaskan, bentuk negara dalam menjalankan tanggungjawabnya melindungi dan memelihara fakir miskin adalah dengan dua cara. Pertama, melalui dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan program-program pemerintah.
Kedua, negara membentuk lembaga-lembaga dan memberi mandat untuk membantu fakir miskin, termasuk salah staunya adalah BAZNAS melalui kewenangannya mengelola dana zakat.
“BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus mereka. Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara dalam upaya mempercepat pencapaian-pencapaian tujuan bernegara,” terangnya.
Muzani menambahkan, tujuan bernegara bukan hanya menjadikan negara kuat dengan memiliki pasukan tentara dan polisi yang kuat, melainkan memiliki rakyat yang merdeka dan terbebas dari kemiskinan.
“Negara ini akan kuat, bukan hanya tentaranya yang kuat, bukan hanya polisinya yang kuat, tapi selain polisi yang kuat tentara yang kuat juga diperlukan adalah rakyat yang tanpa hutang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, rakyat yang punya pekerjaan dan rakyat yang dompetnya tebal,” tegas dia.
“BAZNAS bagian dari itu tunggung jawabanya, karena itu Rapat Kerja Nasional pada hari ini adalah upaya bagaimana menguatkan BAZNAS dalam program Astacita menuju Indonesia merdeka,” tambahnya.
Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kepulauan Riau.
Lihat Daftar Rekening →