Berita Terbaru
Perkuat Kesejahteraan Mahasiswa, BAZNAS Kepri dan STISIPOL Raja Haji Teken MoU serta Salurkan Beasiswa
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disejalankan dengan penyerahan Beasiswa BAZNAS Kepri Program "Anak Pulau Bintang Masa Depan" Tahun 2025 di Aula STISIPOL Raja Haji, Selasa (20/1/26).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., beserta Tim Penghimpunan BAZNAS Kepri. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua STISIPOL Raja Haji, Ferizone, S.Sos., M.P.M., yang didampingi Wakil Ketua II, Rendra Setyadiharja, M.I.P., serta jajaran pimpinan mulai dari Kabag Administrasi Umum, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, hingga para Ketua Program Studi (Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, dan Sosiologi).
Ketua BAZNAS Kepri, Arusman Yusuf, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah nyata dalam menyejahterakan dan memberdayakan umat, khususnya di lingkungan akademisi.
"Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi pendidikan. Melalui program 'Anak Pulau Bintang Masa Depan', kami berharap mahasiswa STISIPOL Raja Haji dapat terbantu secara ekonomi sehingga mampu fokus mengejar prestasi," ujar Arusman.
Selain prosesi penandatanganan MoU, Arusman juga memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan zakat. Ia memaparkan langkah-langkah kerja sama kedepan, termasuk mekanisme penghimpunan dan pendayagunaan zakat yang transparan guna mendukung keberlanjutan program bantuan bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi.
Ketua STISIPOL Raja Haji, Ferizone, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kepri atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, program beasiswa ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari pulau-pulau di wilayah Kepulauan Riau.
"Kerja sama ini adalah angin segar bagi kampus kami. Sosialisasi zakat yang diberikan hari ini juga membuka wawasan bagi seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya instrumen zakat dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat," kata Ferizone.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara tim BAZNAS Kepri dengan para dosen dan mahasiswa yang hadir. Diskusi tersebut mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk mengawal implementasi MoU agar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di Kepulauan Riau.
BERITA20/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Zakat dan Pendidikan, BAZNAS Kepri dan Universitas Ibnu Sina Jalin Kerja Sama Strategis
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam. Kolaborasi ini ditandai dengan silaturahim dan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kepri pada Selasa (20/2/26).
Kerja sama ini berfokus pada pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan kampus. Nantinya, dana ZIS yang dihimpun dari mahasiswa maupun tenaga pendidik UIS akan disetorkan melalui BAZNAS Kepri, yang kemudian disalurkan kembali melalui berbagai program kemaslahatan di lingkungan Universitas Ibnu Sina.
Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., menyambut langsung kehadiran jajaran pimpinan UIS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif UIS untuk mengintegrasikan potensi zakat ke dalam ekosistem pendidikan.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Universitas Ibnu Sina. Kami juga memaparkan beberapa program unggulan BAZNAS, terutama di bidang pendidikan dan pemberdayaan umat, yang sejalan dengan visi misi perguruan tinggi dalam mencetak generasi berkualitas," ujar Arusman Yusuf.
Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pengelolaan dana ZIS, tetapi juga menyentuh aspek pengembangan sumber daya manusia. Ia mengajak BAZNAS Kepri untuk berkolaborasi dalam menggagas program kewirausahaan bagi mahasiswa.
"Harapan kami, mahasiswa UIS tidak hanya dicetak untuk menjadi sarjana secara akademik, tetapi juga mampu berdaya saing dan memiliki kemandirian ekonomi. Melalui program kewirausahaan bersama BAZNAS, kita ingin mereka mampu membuka lapangan kerja baru setelah lulus nanti," tutur Dr. Larisang.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIS didampingi oleh jajaran pejabat struktural,Dr. Sumardin, SE., M.Si (Wakil Rektor III) Amirullah, S.Kom., M.M (Kabid Kerja Sama) Rasmin Nur Jading, SKM, M.Kes (Staf Kemahasiswaan)
Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berharap pengelolaan zakat di lingkungan kampus dapat dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan sivitas akademika serta masyarakat luas di Kepulauan Riau.
BERITA20/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Wujud Kepedulian Sesama, RSB Kepri Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Paguyuban Jawa Indramayu PA JA’I
TANJUNGPINANG – Rumah Sehat Baznas (RSB) Kepri terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Kali ini, RSB Kepri hadir di tengah warga dalam acara Silaturahmi dan Arisan Paguyuban Jawa Indramayu PA JA’I yang digelar di Perum Alam Tirta Lestari, Ganet, Minggu (18/1/26).
Kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis ini ditinjau langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kepri, Nanang Rohendi, S.Pd.I., M.A.P. Kehadiran RSB Kepri menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kepri disalurkan kembali dalam bentuk layanan kesehatan berkualitas bagi warga yang membutuhkan.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kepri berharap kesadaran akan kesehatan masyarakat semakin meningkat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga paguyuban.
BERITA18/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Perkuat Sinergi Pendidikan, BAZNAS Kepri dan UNRIKA Jalin Kerja Sama Tridharma serta Salurkan Beasiswa S1
BATAM – Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) resmi menjalin sinergi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang berlangsung di Ruang Pertemuan UNRIKA pada Rabu (14/1/2026).
Acara ini tidak hanya sekadar seremonial formal, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial melalui penyerahan Donasi Peduli Sumatera serta penyerahan bantuan Beasiswa Pendidikan S1 secara simbolis kepada para mahasiswa UNRIKA yang terpilih.
Ketua BAZNAS Provinsi Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah untuk sektor pendidikan di Kepulauan Riau. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M, menyambut hangat kerja sama ini. Beliau menekankan bahwa dukungan dari BAZNAS sangat berarti dalam mendukung pilar pendidikan dan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I (Ketua BAZNAS Prov. Kepri) Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si (Wakil Ketua II) Ahmad Arifin, S.E. (Kepala Unit Layanan) Dari Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) hadir Edwin Agung Wibowo, S.E., M.Com (Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam) Rahman Hasibuan, S.E., M.Si (Badan Pengurus Harian Yayasan) Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M (Rektor UNRIKA) Dr. Ramon Zamora, S.E., M.M (Wakil Rektor 1 & 3) Dr. Fathu Ukhriyati, S.E., M.M (Wakil Rektor 2) dan Serta jajaran Kepala Biro, Bagian Kerja Sama, Tim UPZ UNRIKA, dan para mahasiswa penerima beasiswa.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan simbolis beasiswa kepada mahasiswa, yang menandai babak baru kolaborasi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan demi mencetak generasi unggul di Kepulauan Riau.
BERITA14/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Kepri dan Universitas Batam Resmi Jalin Kerja Sama Tridharma
BATAM - Sebagai tindak lanjut dari pertemuan diskusi santai (coffee morning) pada Jumat pekan lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau dan Universitas Batam (UNIBA) secara resmi mengukuhkan komitmen kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rektor Universitas Batam. Rabu, (14/1/26)
Kerja sama ini berfokus pada implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang diintegrasikan dengan program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satu poin strategis dalam kesepakatan tersebut adalah pembentukan Tim Pengumpulan dan Tim Penyaluran yang melibatkan unsur mahasiswa melalui mekanisme kerelawanan.
Langkah ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian di kalangan generasi muda melalui beberapa program unggulan, seperti Munfik Milenial: Gerakan bersedekah bagi mahasiswa. Civitas Akademika Berzakat: Fasilitasi penunaian zakat bagi seluruh staf dan dosen. Penunaian Zakat Fitrah Kampus: Penyelenggaraan pengumpulan zakat fitrah bagi seluruh mahasiswa muslim di lingkungan kampus saat bulan Ramadhan.
Prosesi penandatanganan MoU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Dari pihak Universitas Batam, hadir langsung Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, IPU, ASEAN Eng (Rektor Universitas Batam) Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M. (Wakil Rektor I Universitas Batam) Dr. Mohamad Gita Indrawan, S.T., M.M. (Wakil Rektor 3 Universitas Batam) Dr. Mursal, S.E., M.M. (Ketua UPZ Universitas Batam) Faris Ramadhan, S.Ak., M.Ak. (Sekretaris Yayasan Griya Husada Batam) Ibu Jihaan Carissa Rumengan, B.Sc., M.Sc.B.A. (Direktur Strategi dan Hubungan Masyarakat Universitas Batam) Sementara itu, pihak BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau hadir Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. (Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau) Ahmad Arifin, S.E. (Kepala Unit Layanan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau)
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem filantropi Islam yang kuat di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.
BERITA14/01/2026 | Admin Digital Fundrising
BAZNAS Kepri Terima Donasi Peduli Bencana Sumatra dari Majelis Taklim Safinatul Muslimah
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau kembali menerima amanah donasi untuk membantu para korban bencana di Sumatra. Penyerahan donasi sebesar Rp10.000.000,- dilakukan oleh Majelis Taklim Safinatul Muslimah yang dipimpin oleh Ibu Hj. Caskini.
?Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Surau An-Nur pada Kamis (8/1/2026). Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Pengurus Majelis Taklim, Wiwik Pujakusuma, kepada tim pengumpulan BAZNAS Kepri.
?Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kepri, Deni Mulyana, S.E., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah Majelis Taklim Safinatul Muslimah atas kepedulian dan kedermawanan yang diberikan.
?Sinergi antara komunitas keagamaan dan BAZNAS Kepri ini diharapkan dapat terus terjalin untuk mempercepat proses penanganan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana di tanah air.
BERITA08/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Kebaikan: BAZNAS Kepri Matangkan Strategi Program Ramadhan 1447 H
BATAM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau mulai memanaskan mesin menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Bertempat di Aula SMKN 7 Batam, Kamis (8/1/2026), BAZNAS Kepri menggelar diskusi intensif mengenai program sosial dan penguatan strategi pendayagunaan zakat.
?Pertemuan bertajuk "Sinergi Kebaikan" ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kepri, para relawan, serta mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS. Diskusi ini bertujuan untuk menyatukan visi agar Pengumpulan dan penyaluran bantuan selama Ramadhan mendatang dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak luas bagi masyarakat.
?Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., menekankan pentingnya peran relawan dan mahasiswa sebagai ujung tombak di lapangan.
Menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa beasiswa merupakan bentuk pengabdian nyata mereka kepada masyarakat.
?Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kepri berharap seluruh elemen yang terlibat memiliki kesiapan mental dan manajerial yang matang. Dengan strategi yang terukur, program-program unggulan seperti bantuan sembako, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan ekonomi selama bulan puasa dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kepulauan Riau.
BERITA08/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Sinergi Kebaikan: BAZNAS Kepri Gelar Diskusi Program Sosial dan Strategi Ramadhan 1447
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat langkah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bertempat di Aula SMA Negeri 2 Kota Tanjungpinang pada Rabu (7/1/2026), BAZNAS Kepri menyelenggarakan agenda silaturahmi sekaligus diskusi strategis mengenai penguatan program sosial dan persiapan menyukseskan pengumpulan ZIS menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah.
?Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi antara pengelola zakat dan mitra pendidikan di Kota Tanjungpinang. Fokus utama diskusi adalah merancang pola pengumpulan yang efektif dan tepat sasaran agar manfaat zakat dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan (mustahik), khususnya menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini.
?Hadir langsung dalam kegiatan tersebut pimpinan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, di antaranya:
Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. Wakil Ketua II, Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si. Wakil Ketua IV, Deni Mulyana, S.E., M.Pd.
?Pembahasan teknis mengenai target pengumpulan dan skema pendayagunaan bantuan sosial pada Ramadhan 1447 H dipaparkan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan partisipasi masyarakat dan instansi pendidikan dalam menunaikan kewajiban ZIS semakin meningkat, sehingga angka kemiskinan dan masalah sosial di Kepulauan Riau dapat ditekan secara signifikan.
?Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai bulan penuh keberkahan melalui gerakan zakat yang lebih masif dan terorganisasi dengan baik.
BERITA07/01/2026 | Admin Digital Fundrising
Rakornas BAZNAS 2025, Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Rakornas BAZNAS 2025, Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengungkapkan peran zakat sangat penting dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, hari kedua, pada Rabu (27/08/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Pungkas juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas kiprahnya yang konsisten dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, serta menegaskan bahwa kontribusi zakat semakin relevan dalam mendukung pencapaian target pembangunan.
“Kemiskinan kita sudah turun drastis, sekarang sudah di bawah 10 persen. Namun yang menjadi perhatian adalah ketimpangan. Di sinilah zakat berperan penting, tidak hanya membantu secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Lebih jauh, Pungkas menekankan bahwa sinkronisasi program BAZNAS dengan arah pembangunan pemerintah menjadi hal yang sangat penting. Ia menyebutkan bahwa integrasi program BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan memperkuat daya ungkit terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“RPJMD di daerah harus mengikuti RPJMN. Karena itu, BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota perlu memastikan programnya tercantum dalam RPJMD, sehingga daya ungkitnya lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa potensi zakat nasional yang sangat besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, harus dikelola secara optimal. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan strategi ekosistem yang mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa terealisasi dengan menciptakan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tahu, mau, dan mampu menunaikan zakat. Faktor kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat menjadi kunci utama,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Pungkas menegaskan kembali bahwa zakat dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kontribusi BAZNAS akan sangat menentukan keberhasilan dalam menurunkan kemiskinan dan mengecilkan ketimpangan sosial.
“Kita ingin menuju Indonesia yang maju dan sejahtera, dengan kemiskinan mendekati nol dan kesenjangan yang semakin kecil. Peran BAZNAS dalam mendukung tujuan besar ini sangat strategis,” terangnya.
Menutup paparannya, Pungkas mendorong agar pengelolaan zakat semakin diperkuat melalui tata kelola yang baik serta pemanfaatan teknologi digital. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan efektivitas zakat sekaligus melengkapi keterbatasan anggaran pemerintah.
“APBN kita terbatas, sehingga peran pembiayaan non-pemerintah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi sangat penting. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan digitalisasi, zakat akan semakin besar kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Rakornas 2025 ini, BAZNAS RI meneguhkan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan zakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Berkolaborasi dengan BAZNAS RI untuk penyaluran bantuan sangat penting, agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para mustahik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS hari kedua, Rabu (27/08/2025).
Menurut Amalia, jumlah penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta dengan tingkat kemiskinan sebesar 23,85 juta orang. Jumlah masyarakat miskin terbesar berada di pulau jawa, antara lain Jawa Timur sebanyak 3,87 juta orang masuk da?am kategori miskin, Jawa Barat 3,6 juta orang miskin, Jawa Tengah 3,3 juta orang miskin, kemudian Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur.
“Jika dijumlahkan ada 13,13 juta orang atau sekitar 55 persen dari penduduk miskin di Indonesia ada di 5 Provinsi tersebut,” kata Amalia di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Menurut Amalia, berdasarkan survei yang dilakukan, mayoritas penduduk miskin ini berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga yang hanya lulusan SD. Salah satunya bekerja di sektor pertanian sebesar 45,67 persen, dan yang lain bekerja di sektor informal sehingga tidak memiliki jaminan kesehatan.
“Jadi pendidikan itu penting untuk menjamin tingkat kesejahteraan sebuah keluarga,” kata Amalia.
Karena itu, Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat yang memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin agar tidak putus sekolah. Dengan harapan, pendidikan ini akan mampu memutus garis kemiskinan pada keluarga miskin tersebut.
“Ini salah satu proses pemutusan rantai kemiskinan, jadi betapa pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan rumah tangga di generasi berikutnya,” jelas Amalia.
Amalia menambahkan, BPS juga menawarkan kerja sama dengan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, harapan penyaluran bantuan akan benar-benar tepat sasaran karena BPS memiliki data masyarakat miskin dan BAZNAS yang akan terjun langsung menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang berhak menerima.
“Kalau kolaborasi ini terjadi maka ini menjadi bagian penting proses pemutakhiran DTSEN yang bisa kita lakukan bersama-sama dan Bapak/Ibu bisa manfaatkan untuk melihat dan memetakan di mana orang miskin itu berada, siapa, sudahkah dia mendapatkan bantuan atau belum, kita bisa petakan bersama-sama menggunakan DTSEN ini,” kata Amalia.
Terakhir dia menambahkan, ada 4 barang komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan yakni beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan.
“Jadi kalau mau mengintervensi, membantu untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami 4 komoditas ini yang memang memberikan kontribusi kepada mereka,” ungkap Amalia.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakornas BAZNAS RI 2025, Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Rakornas BAZNAS RI 2025, Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergisitas antara pemerintah dan BAZNAS untuk kesejahteraan masyarakat, agar program pembangunan manusia berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Pratikno menyampaikan, BAZNAS tidak hanya berperan dalam menyalurkan zakat, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya dijangkau pemerintah. Menurutnya, peran BAZNAS sangat strategis karena dapat hadir lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
“Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal, karena harus ada perencanaan, anggarannya sudah dialokasikan, dan seterusnya. Tapi mungkin fleksibiltas bisa dilakukan di BAZNAS,” ujar Pratikno.
Pratikno menilai fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan BAZNAS dibandingkan birokrasi pemerintah. Katanya, sifat birokrasi yang kaku sering kali membuat respons terhadap kebutuhan masyarakat berjalan lambat. Di sinilah BAZNAS bisa mengambil peran pelengkap.
“Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel. Ini akan sangat membantu, khususnya untuk program-program yang sangat urgent,” jelas Pratikno.
Lebih lanjut, Pratikno menegaskan, sektor kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana merupakan bidang prioritas yang membutuhkan dukungan cepat dan tepat. Kontribusi BAZNAS di tiga sektor itu sangat penting untuk mengurangi beban publik yang berisiko tinggi jika penanganannya terlambat.
“Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian yang ditanggung publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental,” tambahnya.
Pratikno juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS tidak hanya berhenti di level pusat, melainkan dapat menginspirasi lahirnya koalisi di daerah. Menurutnya, kehadiran BAZNAS di daerah bisa menjadi motor penggerak sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga zakat.
“Kami mengharapkan sekali, kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan pembangunan manusia. Kalau BAZNAS ada tim yang kita bisa sama-sama membahas secara detail kerja sama, nanti dari kami siap,” katanya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Wakil Kepala Otorita Pantura: Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
SIARAN PERS
Nomor: 291/HUM-BAZ/VIII/2025
Rabu, 27 Agustus 2025
Wakil Kepala Otorita Pantura: Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian yang diwakili oleh Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si mengatakan, sinergi yang efektif antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan pemerintah daerah akan menciptakan sistem pengelolaan zakat yang komprehensif, dari level kebijakan hingga implementasi di lapangan.
Hal itu disampaikan Suhajar Diantoro dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025).
Menurutnya, koordinasi yang baik antara BAZNAS dan pemerintah daerah juga akan menghindari tumpang tindih program dan memastikan disribusi zakat yang adil dan merata sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
"Jadi kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah maka pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya tepat sasaran," ujarnya.
Selain itu, pihaknya menyebut jika pemerintah daerah berfungsi sebagai ujung tombak implementasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di satu sisi, Pemerintah daerah memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat.
"Hal ini memungkinkan pendekatan pengumpulan dan distribusi zakat yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lokal," jelasnya.
"Dengan begitu, kemampuan untuk melakukan pendataan muzaki dan mustahik secara akurat menjadi modal penting dalam optimalisasi pengelolaan zakat," imbuhnya.
Selanjutnya, pihaknya menyampaikan jika pemerintah daerah memiliki legitimasi dan wewenang untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan sektor swasta.
"Keterlibatan pemerintah daerah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, sehingga mendorong peningkatan partisipasi muzakki," ucapnya.
Sementara itu, kata dia, dalam konteks otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peluang untuk mengembangkan kebijakan dan program zakat yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayahnya.
"Penguatan peran ini harus didukung oleh regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai, agar dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan daerah," imbuhnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045: BAZNAS Provinsi Kepri hadir dalam Rakornas 2025
Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045: BAZNAS Kuatkan Peran Zakat dalam Rakornas 2025
Jakarta - BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 di Jakarta dengan tema "Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita". Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program zakat dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pembukaan yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (26/8/25) Hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum. Turut hadir pula Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir, M. Zaim A. Nasution; Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur; serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP. Acara ini juga diikuti oleh hadir Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. Wakil Ketua I BAZNAS Kepri Suparwi, S.Sos, M.M,. Wakil Ketua II BAZNAS Kepri Dr. Pauzi, S.Ag., M.Si. Wakil Ketua III BAZNAS Kepri Nanang Rohendi, S.Pd.I, M.A.P. dan Wakil Ketua IV BAZNAS Kepri Deni Mulyana, S.E, M.Pd. dan perwakilan BAZNAS dari seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia.
Rakornas ini semakin lengkap dengan kehadiran para pimpinan BAZNAS, antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D. Selain itu, hadir pula Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa Rakornas ini bertujuan menjadikan zakat sebagai instrumen vital dalam transformasi sosial dan percepatan pemerataan kesejahteraan. Dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, dan pembangunan yang inklusif.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor juga memaparkan data kinerja BAZNAS yang terus meningkat. Penghimpunan zakat nasional melonjak dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat meningkat signifikan dari Rp517 miliar (2021) menjadi Rp1,12 triliun (2024), dengan target Rp1,35 triliun pada 2025.
Selain itu, jumlah muzaki (pemberi zakat) juga terus bertambah, mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024, yang menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berzakat. BAZNAS juga telah memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan koordinasi nasional.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, turut mengapresiasi peran BAZNAS dalam membantu negara melindungi rakyat kecil. Menurutnya, BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus fakir miskin, melengkapi peran APBN dan program pemerintah.
“Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara dalam upaya mempercepat pencapaian-pencapaian tujuan bernegara,” kata Muzani. Ia menekankan bahwa negara yang kuat bukan hanya memiliki militer yang kuat, tetapi juga rakyat yang merdeka dari kemiskinan, sehat, dan memiliki pekerjaan.
Tidak hanya berfokus pada skala nasional, BAZNAS juga aktif di kancah internasional, khususnya dalam misi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah mengumpulkan Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
“Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ucap Kiai Noor.
Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya dapat terus menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun.
Dalam acara ini, BAZNAS juga memberikan hampir 1.000 penghargaan melalui BAZNAS Awards kepada BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat bagi semua pihak yang bergerak di bidang zakat.
Dengan sinergi yang kuat antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan zakat benar-benar menjadi pilar utama dalam mencapai Asta Cita dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
SIARAN PERS
Nomor: 289/HUM-BAZ/VIII/2025
Selasa, 26 Agustus 2025
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
"Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat.
"Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor.
Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa.
"AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani.
Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya.
Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat.
“Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakornas BAZNAS 2025, Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani mengapresiasi peran BAZNAS RI yang selama ini telah membantu negara dalam melindungi fakir miskin dan mereka yang membutuhkan kehadiran negara.
Hal tersebut disampaikan Muzani saat memberikan sambutan pada acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
“Siapa yang bertanggung jawab mengurus fakir, miskin, anak terlantar, kesehatan rakyat, usaha ekonomi kecil? menurut UUD yang bertanggung jawab untuk mengurus mereka adalah negara,” kata Muzani.
Muzani menjelaskan, bentuk negara dalam menjalankan tanggungjawabnya melindungi dan memelihara fakir miskin adalah dengan dua cara. Pertama, melalui dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan program-program pemerintah.
Kedua, negara membentuk lembaga-lembaga dan memberi mandat untuk membantu fakir miskin, termasuk salah staunya adalah BAZNAS melalui kewenangannya mengelola dana zakat.
“BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus mereka. Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara dalam upaya mempercepat pencapaian-pencapaian tujuan bernegara,” terangnya.
Muzani menambahkan, tujuan bernegara bukan hanya menjadikan negara kuat dengan memiliki pasukan tentara dan polisi yang kuat, melainkan memiliki rakyat yang merdeka dan terbebas dari kemiskinan.
“Negara ini akan kuat, bukan hanya tentaranya yang kuat, bukan hanya polisinya yang kuat, tapi selain polisi yang kuat tentara yang kuat juga diperlukan adalah rakyat yang tanpa hutang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, rakyat yang punya pekerjaan dan rakyat yang dompetnya tebal,” tegas dia.
“BAZNAS bagian dari itu tunggung jawabanya, karena itu Rapat Kerja Nasional pada hari ini adalah upaya bagaimana menguatkan BAZNAS dalam program Astacita menuju Indonesia merdeka,” tambahnya.
Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
SIARAN PERS
Nomor: 287/HUM-BAZ/VIII/2025
Selasa, 26 Agustus 2025
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan Rakornas BAZNAS menjadi momentum penting dan tepat untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita yang diharapkan bisa memberi dampak langsung dan nyata pada kesejahteraan yang merata bagi umat.
“Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita terwujud melalui berbagai program nyata yang sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan.
“Melalui Rakornas ini, kita meneguhkan tekad bahwa BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk memastikan zakat benar-benar menjadi pilar yang menopang pencapaian Asta Cita serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan visi Indonesia Emas 2045,” ucap Kiai Noor.
Ia menambahkan, BAZNAS berhasil menunjukkan kinerja penghimpunan yang meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, zakat semakin mendapat tempat di hati masyarakat sebagai instrumen keadilan sosial.
“Penghimpunan zakat nasional naik signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025,” ucap Kiai Noor.
Pada kesempatan itu, Kiai Noor juga mengungkapkan, jumlah muzaki terus bertambah hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024. Ia menilai, angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
Selain itu, kata Kiai Noor, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta penguatan koordinasi nasional. Terlebih, lanjutnya, Indeks Zakat Nasional (IZN) kini sudah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas.
BAZNAS juga tercatat aktif di level internasional, terutama dalam kontribusi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun sebanyak Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
“Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” kata Kiai Noor.
Rakornas BAZNAS 2025 turut menghadirkan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, mulai dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Menurut Kiai Noor, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi semua elemen penggerak zakat.
“Harapan besar dari Rakornas ini adalah lahirnya langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegasnya.
Rakornas kali ini juga menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor menyampaikan agar estafet kepemimpinan berikutnya tetap menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun.
“Kami memohon doa dan dukungan agar kepemimpinan berikutnya dapat membawa BAZNAS semakin kokoh dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat serta pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Hadir dalam Rakornas BAZNAS 2025, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS Kepri Lahirkan Pengusaha Ayam Krispi Tangguh: Dari Mustahik Menjadi Muzaki
BAZNAS KEPRI - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program ZChicken. Pada Selasa (25/2/25), BAZNAS Kepri menggelar pelatihan pembuatan ayam krispi di Stockpoint ZChicken BAZNAS Kepri, Batam Center. Pelatihan ini bukan sekadar memberikan resep, tetapi juga membuka jalan bagi peserta untuk menjadi pengusaha tangguh.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian program ZChicken BAZNAS RI untuk wilayah Kepri. Dari total 30 penerima manfaat yang disalurkan BAZNAS RI melalui BAZNAS Kepri, 17 orang telah berhasil mengikuti pelatihan sebelumnya. Saat ini, 13 orang lainnya berkesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam menghasilkan ayam krispi berkualitas.
Tidak hanya dibekali dengan resep dan teknik memasak ayam krispi yang lezat, para peserta juga mendapatkan bekal keterampilan berwirausaha. Mereka akan diajarkan cara mengelola usaha kuliner, termasuk pemasaran produk, pengelolaan keuangan, dan pemberian pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Program ZChicken adalah salah satu wujud pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh BAZNAS, khususnya bagi mereka yang ingin memiliki usaha sendiri. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai, diharapkan para peserta pelatihan dapat mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Wakil Ketua I BAZNAS Kepri, Suparwi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kepri. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Ini merupakan amanah dana dari para muzaki yang dititipkan melalui program ini. Kami berharap Bapak/Ibu yang menerima bantuan ini bersungguh-sungguh dalam menjalankan usahanya,” ujar Suparwi.
BAZNAS Kepri berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah, serta mengangkat derajat mereka dari mustahik menjadi muzaki.
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS Kepri Tebar 1000 Paket Ramadhan Bahagia
BAZNAS KEPRI - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H. Rabu (26/02/25), BAZNAS Kepri secara resmi menyalurkan 1000 Paket Ramadhan Bahagia (PRB) dan bantuan langsung senilai total Rp107 juta kepada masyarakat di wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Acara penyerahan PRB dan bantuan langsung ini dilaksanakan di kantor camat di berbagai kecamatan dengan melibatkan peran serta camat dan lurah setempat. Langkah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, perangkat pemerintah daerah, dan BAZNAS Kepri.
Untuk penyebaran PRB, BAZNAS Kepri mengalokasikan 200 paket untuk Kota Batam, 400 paket untuk Kabupaten Bintan, dan 400 paket untuk Kota Tanjungpinang. Sementara itu, dana bantuan langsung sebesar Rp107 juta disalurkan kepada 58 penerima manfaat yang terdiri dari berbagai kategori, antara lain:
Bantuan usaha (Kepri Makmur): 33 orang
Bantuan pendidikan (Kepri Cerdas) S-1: 9 orang
Bantuan pendidikan SLTA (Kepri Cerdas): 3 orang
Bantuan nafkah dan sosial (Kepri Peduli): 5 orang
Bantuan kesehatan (Kepri Sehat): 8 orangBantuan yang disalurkan ini mencakup berbagai aspek kebutuhan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Penyaluran PRB diprioritaskan bagi mereka yang tergolong fakir, miskin, dan dhuafa, serta bukan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Setiap paket PRB berisi bahan-bahan pokok senilai Rp150 ribu, seperti gula, beras, minyak goreng, mi instan, krimer kental manis, dan tepung.
Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS Kepri kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
“Jangan sampai ada masyarakat kita yang kesulitan untuk sahur dan berbuka di awal Ramadhan, maka dengan adanya bantuan ini, penerima dapat merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, bantuan ini merupakan langkah awal BAZNAS Kepri dalam menyambut bulan Ramadhan.“Ini bantuan sebagai awal, ke depan di bulan Ramadhan akan banyak program yang kita rancang untuk masyarakat dan penyaluran dana zakat kepada masyarakat di seluruh Kepulauan Riau,” tutupnya.
Sebagai upaya pemerataan di seluruh kabupaten/kota untuk penerima manfaat, BAZNAS Kepri akan berkoordinasi dengan BAZNAS kabupaten/kota ke depannya dalam menyalurkan berbagai bantuan, seperti PRB, zakat fitrah, bantuan sembako, dan bantuan paket Idulfitri.
Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh masyarakat penerima manfaat, camat, dan lurah yang berpartisipasi dalam proses penyaluran tersebut.
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Ibu Erlina Pejuang Nafkah Keluarga Mendapatkan Bantuan RLHB
BAZNAS KEPRI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peresmian simbolis Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) milik Ibu Siti, Kamis (6/2/2025) di Kota Tanjungpinang. Peresmian ini menandai langkah nyata BAZNAS dalam menyediakan hunian yang layak dan nyaman bagi keluarga kurang mampu di wilayah Kepri.
Dalam rentang waktu 2022-2024, BAZNAS Kepri telah berhasil membangun 103 unit RLHB di seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Hingga saat ini, 47 unit RLHB sedang dalam proses pengerjaan sebagai bagian dari program tahun 2024. 20 unit di antaranya telah selesai dan siap dihuni, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian dan diharapkan segera rampung. Acara peresmian RLHB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I, Wakil Ketua II BAZNAS Kepri Dr. Pauzi, S.Ag., M.Si, Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perkim Prov. Kepri Andoko, ST., MM, Fungsional Penata Kelola Perumahan Ahli Madya Dinas Perkim Prov. Kepri Nurzuleicha, S.Sos, perwakilan Dinas Sosial Prov. Kepri, Camat Bukit Bestari, Lurah Tanjung Unggat, serta para penerima program RLHB tahun 2024 wilayah Tanjungpinang.
Andoko, yang mewakili Dinas Perkim Provinsi Kepri, menyampaikan apresiasi atas upaya BAZNAS Kepri dalam membantu masyarakat memiliki hunian yang layak. Ia mengakui bahwa program RLHB BAZNAS sangat baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
“Perkim juga memiliki program rehab rumah, namun tidak seperti BAZNAS yang full seperti ini, kita hanya merehab bagian atas dan bagian yang rusak saja,” ujar Andoko.
Ia berharap ke depannya BAZNAS dapat bersinergi dengan Perkim dalam menanggulangi kawasan kumuh di Kepri. Saat ini, terdapat 23 titik kawasan kumuh yang menjadi wewenang Perkim Kepri. BAZNAS pun telah dimasukkan sebagai pendukung Pokja PKP Kepri tahun 2025.
“Kami berharap BAZNAS dapat bersinergi dengan kita untuk menata kawasan kumuh, bisa diambil poin-poin tertentu saja, tidak harus rehab seluruhnya,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Kepri, Arusman Yusuf, menjelaskan bahwa pembangunan RLHB menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzaki. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan harus benar-benar cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia menambahkan bahwa program RLHB ini didanai dari dua sumber anggaran, yaitu BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kepri.
“Ini turunan dari BAZNAS RI, tapi kita tambahkan juga. Sehingga banyak penerima program RLHB ini, contoh kalau RI bantu 10 kita tambah 5 jadinya kan 15,” jelas Arusman.
Menurutnya, bantuan yang diberikan masih jauh dari harapan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bekerja sama menyukseskan program ini.
“Bantuan BAZNAS dengan pola aladin (atap, lantai, dinding). Kita mengajak kerja sama lurah, RT, RW membantu dalam sinergi RLHB di mana anggaran BAZNAS hanya Rp25 juta. Berharap ada swadaya masyarakat,” harapnya.
Mewakili Camat Bukit Bestari, Nugraha mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia juga menekankan kepada lurah dan perangkat desa untuk selalu menjaga dan memantau para penerima manfaat.
“Pak Lurah, RT, RW tolong pantau penerima manfaat untuk menjaga dan merawat bantuan yang sudah diberikan ini. Untuk seluruh wilayah juga apa yang sudah diberikan BAZNAS tolong jaga dan jalankan amanah yang diberikan itu,” tegas Nugraha.
Erlina, seorang penerima manfaat yang berprofesi sebagai cleaning service di sebuah tempat pijat, ???????? rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia berharap rumah barunya dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
“Saat ini rumah saya tidak bocor dan banjir lagi jika hujan, karena atap sudah bagus dan lantai sudah tinggi,” ungkap Erlina dengan haru.
Peresmian simbolis RLHB ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut untuk mewujudkan lebih banyak hunian layak bagi keluarga yang membutuhkan.
BERITA12/02/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakorda 2024, BAZNAS Kepri Fokus Entaskan Kemiskinan dan Stunting
BAZNAS KEPRI - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepri menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) 2024 sebagai agenda tahunan untuk mengevaluasi perkembangan dan tata kelola zakat di wilayah tersebut. Rakorda berlangsung di Ballroom Planet Holiday Hotel, Batam, Kamis (19/12).
Rakorda ini dihadiri oleh pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan. Dia emberikan apresiasi atas kinerja Baznas Kepri dalam mendukung program pengentasan kemiskinan.
“Rakorda ini merupakan program reguler tahunan untuk melihat progres penghimpunan zakat. Target penghimpunan zakat nasional tahun ini sebesar Rp41 triliun, dan kami memastikan bahwa Kepri turut bergerak dengan baik dalam mencapai target tersebut,” katanya.
Ia mengungkapkan, bahwa tingkat kemiskinan di Kepri yang saat ini berada di angka 5 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 9,2 persen, menjadi fokus utama Baznas.
“Ada 138 ribu orang di Kepri yang harus kita bantu, terutama yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem dan terdampak stunting,” ujar Saidah.
Baznas Kepri juga mendapat apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota. Hal ini dinilai mampu mendorong berbagai program Baznas berjalan efektif.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah mempercayakan dana zakatnya kepada Baznas. InsyaAllah dana ini akan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kepri, Arusman Yusuf, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Baznas RI, termasuk dengan terbangunnya Rumah Sakit Baznas di wilayah Kepri. Sebab, tidak semua provinsi mendapatkan fasilitas ini.
“Alhamdulillah, Kepri menjadi salah satu yang beruntung. Rumah sakit ini diharapkan dapat membantu masyarakat secara gratis,” ujar dia.
Ia menyoroti pentingnya sinergitas antara seluruh unsur Baznas di daerah untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami berharap Rakorda ini dapat menjadi solusi atas permasalahan yang ada dan meningkatkan fungsi Baznas secara menyeluruh,” katanya.
Melalui Rakorda 2024, Baznas Kepri berkomitmen untuk memperkuat peran zakat dalam mengatasi kemiskinan dan stunting, sekaligus mendukung pembangunan sosial yang inklusif di Kepri
BERITA17/12/2024 | Humas BAZNAS Kepri

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kepulauan Riau.
Lihat Daftar Rekening →