Berita Terbaru
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
SIARAN PERS
Nomor: 289/HUM-BAZ/VIII/2025
Selasa, 26 Agustus 2025
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
"Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat.
"Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor.
Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa.
"AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani.
Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya.
Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat.
“Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045: BAZNAS Provinsi Kepri hadir dalam Rakornas 2025
Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045: BAZNAS Kuatkan Peran Zakat dalam Rakornas 2025
Jakarta - BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 di Jakarta dengan tema "Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita". Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program zakat dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pembukaan yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (26/8/25) Hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum. Turut hadir pula Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir, M. Zaim A. Nasution; Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur; serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP. Acara ini juga diikuti oleh hadir Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. Wakil Ketua I BAZNAS Kepri Suparwi, S.Sos, M.M,. Wakil Ketua II BAZNAS Kepri Dr. Pauzi, S.Ag., M.Si. Wakil Ketua III BAZNAS Kepri Nanang Rohendi, S.Pd.I, M.A.P. dan Wakil Ketua IV BAZNAS Kepri Deni Mulyana, S.E, M.Pd. dan perwakilan BAZNAS dari seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia.
Rakornas ini semakin lengkap dengan kehadiran para pimpinan BAZNAS, antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D. Selain itu, hadir pula Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa Rakornas ini bertujuan menjadikan zakat sebagai instrumen vital dalam transformasi sosial dan percepatan pemerataan kesejahteraan. Dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, dan pembangunan yang inklusif.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor juga memaparkan data kinerja BAZNAS yang terus meningkat. Penghimpunan zakat nasional melonjak dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat meningkat signifikan dari Rp517 miliar (2021) menjadi Rp1,12 triliun (2024), dengan target Rp1,35 triliun pada 2025.
Selain itu, jumlah muzaki (pemberi zakat) juga terus bertambah, mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024, yang menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berzakat. BAZNAS juga telah memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan koordinasi nasional.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, turut mengapresiasi peran BAZNAS dalam membantu negara melindungi rakyat kecil. Menurutnya, BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus fakir miskin, melengkapi peran APBN dan program pemerintah.
“Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara dalam upaya mempercepat pencapaian-pencapaian tujuan bernegara,” kata Muzani. Ia menekankan bahwa negara yang kuat bukan hanya memiliki militer yang kuat, tetapi juga rakyat yang merdeka dari kemiskinan, sehat, dan memiliki pekerjaan.
Tidak hanya berfokus pada skala nasional, BAZNAS juga aktif di kancah internasional, khususnya dalam misi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah mengumpulkan Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
“Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ucap Kiai Noor.
Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya dapat terus menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun.
Dalam acara ini, BAZNAS juga memberikan hampir 1.000 penghargaan melalui BAZNAS Awards kepada BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat bagi semua pihak yang bergerak di bidang zakat.
Dengan sinergi yang kuat antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan zakat benar-benar menjadi pilar utama dalam mencapai Asta Cita dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS Kepri Tebar 1000 Paket Ramadhan Bahagia
BAZNAS KEPRI - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H. Rabu (26/02/25), BAZNAS Kepri secara resmi menyalurkan 1000 Paket Ramadhan Bahagia (PRB) dan bantuan langsung senilai total Rp107 juta kepada masyarakat di wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Acara penyerahan PRB dan bantuan langsung ini dilaksanakan di kantor camat di berbagai kecamatan dengan melibatkan peran serta camat dan lurah setempat. Langkah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, perangkat pemerintah daerah, dan BAZNAS Kepri.
Untuk penyebaran PRB, BAZNAS Kepri mengalokasikan 200 paket untuk Kota Batam, 400 paket untuk Kabupaten Bintan, dan 400 paket untuk Kota Tanjungpinang. Sementara itu, dana bantuan langsung sebesar Rp107 juta disalurkan kepada 58 penerima manfaat yang terdiri dari berbagai kategori, antara lain:
Bantuan usaha (Kepri Makmur): 33 orang
Bantuan pendidikan (Kepri Cerdas) S-1: 9 orang
Bantuan pendidikan SLTA (Kepri Cerdas): 3 orang
Bantuan nafkah dan sosial (Kepri Peduli): 5 orang
Bantuan kesehatan (Kepri Sehat): 8 orangBantuan yang disalurkan ini mencakup berbagai aspek kebutuhan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Penyaluran PRB diprioritaskan bagi mereka yang tergolong fakir, miskin, dan dhuafa, serta bukan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Setiap paket PRB berisi bahan-bahan pokok senilai Rp150 ribu, seperti gula, beras, minyak goreng, mi instan, krimer kental manis, dan tepung.
Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS Kepri kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
“Jangan sampai ada masyarakat kita yang kesulitan untuk sahur dan berbuka di awal Ramadhan, maka dengan adanya bantuan ini, penerima dapat merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, bantuan ini merupakan langkah awal BAZNAS Kepri dalam menyambut bulan Ramadhan.“Ini bantuan sebagai awal, ke depan di bulan Ramadhan akan banyak program yang kita rancang untuk masyarakat dan penyaluran dana zakat kepada masyarakat di seluruh Kepulauan Riau,” tutupnya.
Sebagai upaya pemerataan di seluruh kabupaten/kota untuk penerima manfaat, BAZNAS Kepri akan berkoordinasi dengan BAZNAS kabupaten/kota ke depannya dalam menyalurkan berbagai bantuan, seperti PRB, zakat fitrah, bantuan sembako, dan bantuan paket Idulfitri.
Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh masyarakat penerima manfaat, camat, dan lurah yang berpartisipasi dalam proses penyaluran tersebut.
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS Kepri Lahirkan Pengusaha Ayam Krispi Tangguh: Dari Mustahik Menjadi Muzaki
BAZNAS KEPRI - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program ZChicken. Pada Selasa (25/2/25), BAZNAS Kepri menggelar pelatihan pembuatan ayam krispi di Stockpoint ZChicken BAZNAS Kepri, Batam Center. Pelatihan ini bukan sekadar memberikan resep, tetapi juga membuka jalan bagi peserta untuk menjadi pengusaha tangguh.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian program ZChicken BAZNAS RI untuk wilayah Kepri. Dari total 30 penerima manfaat yang disalurkan BAZNAS RI melalui BAZNAS Kepri, 17 orang telah berhasil mengikuti pelatihan sebelumnya. Saat ini, 13 orang lainnya berkesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam menghasilkan ayam krispi berkualitas.
Tidak hanya dibekali dengan resep dan teknik memasak ayam krispi yang lezat, para peserta juga mendapatkan bekal keterampilan berwirausaha. Mereka akan diajarkan cara mengelola usaha kuliner, termasuk pemasaran produk, pengelolaan keuangan, dan pemberian pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Program ZChicken adalah salah satu wujud pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh BAZNAS, khususnya bagi mereka yang ingin memiliki usaha sendiri. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai, diharapkan para peserta pelatihan dapat mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Wakil Ketua I BAZNAS Kepri, Suparwi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kepri. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Ini merupakan amanah dana dari para muzaki yang dititipkan melalui program ini. Kami berharap Bapak/Ibu yang menerima bantuan ini bersungguh-sungguh dalam menjalankan usahanya,” ujar Suparwi.
BAZNAS Kepri berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah, serta mengangkat derajat mereka dari mustahik menjadi muzaki.
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Ibu Erlina Pejuang Nafkah Keluarga Mendapatkan Bantuan RLHB
BAZNAS KEPRI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peresmian simbolis Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) milik Ibu Siti, Kamis (6/2/2025) di Kota Tanjungpinang. Peresmian ini menandai langkah nyata BAZNAS dalam menyediakan hunian yang layak dan nyaman bagi keluarga kurang mampu di wilayah Kepri.
Dalam rentang waktu 2022-2024, BAZNAS Kepri telah berhasil membangun 103 unit RLHB di seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Hingga saat ini, 47 unit RLHB sedang dalam proses pengerjaan sebagai bagian dari program tahun 2024. 20 unit di antaranya telah selesai dan siap dihuni, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian dan diharapkan segera rampung. Acara peresmian RLHB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I, Wakil Ketua II BAZNAS Kepri Dr. Pauzi, S.Ag., M.Si, Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perkim Prov. Kepri Andoko, ST., MM, Fungsional Penata Kelola Perumahan Ahli Madya Dinas Perkim Prov. Kepri Nurzuleicha, S.Sos, perwakilan Dinas Sosial Prov. Kepri, Camat Bukit Bestari, Lurah Tanjung Unggat, serta para penerima program RLHB tahun 2024 wilayah Tanjungpinang.
Andoko, yang mewakili Dinas Perkim Provinsi Kepri, menyampaikan apresiasi atas upaya BAZNAS Kepri dalam membantu masyarakat memiliki hunian yang layak. Ia mengakui bahwa program RLHB BAZNAS sangat baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
“Perkim juga memiliki program rehab rumah, namun tidak seperti BAZNAS yang full seperti ini, kita hanya merehab bagian atas dan bagian yang rusak saja,” ujar Andoko.
Ia berharap ke depannya BAZNAS dapat bersinergi dengan Perkim dalam menanggulangi kawasan kumuh di Kepri. Saat ini, terdapat 23 titik kawasan kumuh yang menjadi wewenang Perkim Kepri. BAZNAS pun telah dimasukkan sebagai pendukung Pokja PKP Kepri tahun 2025.
“Kami berharap BAZNAS dapat bersinergi dengan kita untuk menata kawasan kumuh, bisa diambil poin-poin tertentu saja, tidak harus rehab seluruhnya,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Kepri, Arusman Yusuf, menjelaskan bahwa pembangunan RLHB menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzaki. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan harus benar-benar cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia menambahkan bahwa program RLHB ini didanai dari dua sumber anggaran, yaitu BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kepri.
“Ini turunan dari BAZNAS RI, tapi kita tambahkan juga. Sehingga banyak penerima program RLHB ini, contoh kalau RI bantu 10 kita tambah 5 jadinya kan 15,” jelas Arusman.
Menurutnya, bantuan yang diberikan masih jauh dari harapan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bekerja sama menyukseskan program ini.
“Bantuan BAZNAS dengan pola aladin (atap, lantai, dinding). Kita mengajak kerja sama lurah, RT, RW membantu dalam sinergi RLHB di mana anggaran BAZNAS hanya Rp25 juta. Berharap ada swadaya masyarakat,” harapnya.
Mewakili Camat Bukit Bestari, Nugraha mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia juga menekankan kepada lurah dan perangkat desa untuk selalu menjaga dan memantau para penerima manfaat.
“Pak Lurah, RT, RW tolong pantau penerima manfaat untuk menjaga dan merawat bantuan yang sudah diberikan ini. Untuk seluruh wilayah juga apa yang sudah diberikan BAZNAS tolong jaga dan jalankan amanah yang diberikan itu,” tegas Nugraha.
Erlina, seorang penerima manfaat yang berprofesi sebagai cleaning service di sebuah tempat pijat, ???????? rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia berharap rumah barunya dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
“Saat ini rumah saya tidak bocor dan banjir lagi jika hujan, karena atap sudah bagus dan lantai sudah tinggi,” ungkap Erlina dengan haru.
Peresmian simbolis RLHB ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut untuk mewujudkan lebih banyak hunian layak bagi keluarga yang membutuhkan.
BERITA12/02/2025 | Humas BAZNAS Kepri
Rakorda 2024, BAZNAS Kepri Fokus Entaskan Kemiskinan dan Stunting
BAZNAS KEPRI - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepri menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) 2024 sebagai agenda tahunan untuk mengevaluasi perkembangan dan tata kelola zakat di wilayah tersebut. Rakorda berlangsung di Ballroom Planet Holiday Hotel, Batam, Kamis (19/12).
Rakorda ini dihadiri oleh pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan. Dia emberikan apresiasi atas kinerja Baznas Kepri dalam mendukung program pengentasan kemiskinan.
“Rakorda ini merupakan program reguler tahunan untuk melihat progres penghimpunan zakat. Target penghimpunan zakat nasional tahun ini sebesar Rp41 triliun, dan kami memastikan bahwa Kepri turut bergerak dengan baik dalam mencapai target tersebut,” katanya.
Ia mengungkapkan, bahwa tingkat kemiskinan di Kepri yang saat ini berada di angka 5 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 9,2 persen, menjadi fokus utama Baznas.
“Ada 138 ribu orang di Kepri yang harus kita bantu, terutama yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem dan terdampak stunting,” ujar Saidah.
Baznas Kepri juga mendapat apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota. Hal ini dinilai mampu mendorong berbagai program Baznas berjalan efektif.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah mempercayakan dana zakatnya kepada Baznas. InsyaAllah dana ini akan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kepri, Arusman Yusuf, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Baznas RI, termasuk dengan terbangunnya Rumah Sakit Baznas di wilayah Kepri. Sebab, tidak semua provinsi mendapatkan fasilitas ini.
“Alhamdulillah, Kepri menjadi salah satu yang beruntung. Rumah sakit ini diharapkan dapat membantu masyarakat secara gratis,” ujar dia.
Ia menyoroti pentingnya sinergitas antara seluruh unsur Baznas di daerah untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami berharap Rakorda ini dapat menjadi solusi atas permasalahan yang ada dan meningkatkan fungsi Baznas secara menyeluruh,” katanya.
Melalui Rakorda 2024, Baznas Kepri berkomitmen untuk memperkuat peran zakat dalam mengatasi kemiskinan dan stunting, sekaligus mendukung pembangunan sosial yang inklusif di Kepri
BERITA17/12/2024 | Humas BAZNAS Kepri
BAZNAS Kepri Terima Penghargaan Lembaga Pendukung dan Partisipasi HSN 2024
BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau menerima Piagam Penghargaan dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau atas Kerjasama, Partisipasi dalam Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 dan Mendukung Lembaga Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam di Provinsi Kepulauan Riau.
Penyerahan piagam dilaksanakan di Dataran Engku Putri Alun-alun Batam Center – Kota Batam, Selasa (22/10/24) oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Zoztafia, S.Ag,. M. Pd.I diterima langsung Ketua BAZNAS Kepri Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I.
BERITA22/10/2024 | Humas BAZNAS Kepri

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
