WhatsApp Icon

Berita Terkini

Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan
Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta, dengan menghasilkan sepuluh resolusi jihad zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. dihadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan 1.300 perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, resolusi dari Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 tersebut tidak boleh berhenti pada kesepakatan dan perumusan program. Seluruh hasil pembahasan, termasuk Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah. Ia mengingatkan, sebagai lembaga pengelola dana umat, BAZNAS harus memastikan zakat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan. "Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian-pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujarnya, Kamis (15/10/2026). Sodik menegaskan, semua komitmen, tekad, misi dan program resolusi ini, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan khairu ummah, umat terbaik, yakni umat islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sehingga bisa memberi rahmat dan manfaat bagi semua umat dan golongan di Indonesia, sehingga menjadi umat yang berpengaruh, bermartabat dan terhormat. Sementara itu, Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat "Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah. Saidah menyampaikan, Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 menegaskan pentingnya kesatuan visi, penguatan kolaborasi, dan tata kelola yang akuntabel dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional. "Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperluas manfaat dana umat, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat pusat hingga desa," ujarnya. Adapun 10 resolusi Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 bahwa BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Kota menyatakan komitmen bersama sebagai berikut: 1. Berkomitmen untuk mencapai angka pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya secara nasional menuju Rp70 triliun pada tahun 2027. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi di pusat dan daerah, literasi zakat sejak dini melalui Manasik Zakat, kerjasama dengan berbagai pihak, serta peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan. Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan layanan muzaki, digitalisasi dan inovasi kanal penghimpunan, peningkatan kepercayaan publik terhadap BAZNAS, serta perluasan basis pengumpulan melalui 8 sumber zakat berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2011 dan pengembangan 23 sumber Dana Sosial Keagamaan Lainnya. 2. Berkomitmen untuk mengoptimalkan pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan nasional yang menyasar kepada 48 juta jiwa mustahik dan penerima manfaat secara efektif, terukur, terintegrasi dan berdampak, dengan memastikan dana umat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan mustahik dan masyarakat. 3. Berkomitmen untuk bersama pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan sebanyak 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027 melalui program pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan zakat yang terukur, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan. 4. Berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, agar pengelolaan zakat menjadi bagian yang terhubung dengan agenda pembangunan daerah dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat. 5. Berkomitmen untuk mengaktivasi seluruh UPZ Desa di Indonesia sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan, pelayanan muzaki, pendataan mustahik, dan penyaluran dapat semakin dekat dengan masyarakat. 6. Berkomitmen untuk menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat kepada BAZNAS dalam setiap mandat pengelolaan zakat, melalui tata kelola yang amanah, transparan, profesional, patuh regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. 7. Berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi melalui semangat ajakan, kolaborasi, dan aksi, sehingga pelaku usaha dan kelompok profesi menjadi mitra strategis dalam memperluas pengumpulan serta menghadirkan program sosial ekonomi yang berdampak. 8. Berkomitmen mendukung penguatan kedudukan, kewenangan, dan kepastian hukum kelembagaan BAZNAS dalam regulasi pengelolaan zakat nasional. Memperkuat sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN sebagai acuan pengelolaan zakat serta menjadikan Indeks Zakat Nasional sebagai instrumen pengukuran kinerja di tingkat pusat dan daerah. 9. Berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, kerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kepatuhan, keamanan, dan integritas pengelolaan zakat, sehingga setiap dana umat dikelola secara amanah dan terlindungi dari penyalahgunaan. 10. Berkomitmen untuk melaksanakan respon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial baik pada skala lokal, nasional dan global melalui penggalangan dana dan aksi-aksi nyata dilapangan. Turut hadir dalam acara tersebut BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin.
15/10/2026 | HUMAS BAZNAS Kepri
Menag RI: BAZNAS Lembaga Kredibel, Pengelolaan Zakat Diawasi Ketat
Menag RI: BAZNAS Lembaga Kredibel, Pengelolaan Zakat Diawasi Ketat
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merupakan lembaga kredibel yang mengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel, dengan pengawasan ketat dari berbagai lembaga pemeriksa. Pernyataan tersebut disampaikan Menag Nasaruddin dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., serta diikuti oleh 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. “Jadi, percayalah kepada BAZNAS sebagai lembaga yang sangat kredibel. Insyaallah, kita percaya bahwa BAZNAS akan mempertanggungjawabkan seluruh kepercayaan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu kepada BAZNAS. BAZNAS diawasi oleh inspektorat, DPR, dan berbagai lembaga pemeriksa. Audit juga dilakukan, termasuk audit syariah dan audit lainnya,” ujar Nasaruddin, Selasa (13/10/2026). Nasaruddin juga mengimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai bentuk kesadaran syariah yang dapat memperluas pemberdayaan mustahik dan menuntaskan masalah kemiskinan. Ia juga mengapresiasi visi dan misi BAZNAS yang dinilainya telah berada di jalur yang tepat dalam mengelola zakat, infak dan sedekah. "Saya kira visi dan misi BAZNAS kali ini sudah benar. Tinggal sekarang bagaimana meningkatkan kesadaran syariah umat Islam agar kita sadar untuk menjalankan syariat Islam. Saham akhirat kita juga harus diingatkan kepada masyarakat," ujar Nasaruddin.
14/10/2026 | HUMAS BAZNAS Kepri
Kolaborasi BAZNAS dan Pemda Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan
Kolaborasi BAZNAS dan Pemda Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut perlu didukung integrasi data, penyelarasan program, dan koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat serta bantuan pemerintah dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, dalam Zakat Strategic Talks yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, integrasi data dan kesamaan sasaran menjadi kunci agar program yang dijalankan kedua pihak dapat berjalan efektif. “BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni. Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S., Ph.D., mengatakan BAZNAS juga berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan. “BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data. Bapak Menteri PPN/Bappenas (Rachmat Pambudy) sangat mendukung BAZNAS. Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47 persen, sehingga berada di bawah 10 persen,” ujar Pungkas. Ia menambahkan, peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi. Pungkas turut menekankan pentingnya penguatan integrasi data muzaki dan mustahik untuk meningkatkan kontribusi zakat serta memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran. Pemanfaatan data sosial dan ekonomi, menurutnya, dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah. “Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya. Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema “Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia” dan dimoderatori Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dan H. Mochamad Agus Rofiudin sebagai pembicara.
14/10/2026 | HUMAS BAZNAS Kepri

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kepulauan Riau Salurkan Zakat Rp85,5 Juta
BAZNAS Kepulauan Riau Salurkan Zakat Rp85,5 Juta
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dan menyalurkan amanah dana umat secara transparan dan tepat sasaran. BAZNAS Kepri melaksanakan penyaluran zakat Tahap II tahun 2026 yang dipusatkan di pelataran Rumah Sehat BAZNAS Kepri, Jalan Bintan, Kota Tanjungpinang. Selasa, 27/4/26, Total dana yang disalurkan pada kesempatan ini mencapai Rp85,5 juta, yang dialokasikan khusus bagi 42 penerima manfaat di wilayah Kota Tanjungpinang. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS kepri untuk membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pendekatan yang komprehensif. Penyaluran dana zakat kali ini mencakup lima program unggulan yang menjadi pilar utama kerja BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, yaitu: Kepri Makmur(13 Mustahik): Fokus pada pemberdayaan ekonomi dan kemandirian mustahik. Kepri Cerdas( 20 Mustahik): Bantuan pendidikan untuk menjamin keberlangsungan masa depan generasi muda. Kepri Sehat(6 Mustahik): Layanan dan bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Kepri Peduli( 2 Mustahik): Penyaluran bantuan sosial untuk meringankan beban hidup harian. Kepri Taqwa(1 Mustahik): Dukungan untuk kegiatan keagamaan dan penguatan spiritualitas masyarakat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kepri. Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., didampingi Wakil Ketua II, Dr. H. Pauzi, S.Ag., M.Si., turun langsung untuk menyerahkan bantuan secara simbolis sekaligus memberikan pengarahan kepada para penerima manfaat. Kehadiran pimpinan dalam proses penyaluran ini menegaskan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki (pembayar zakat) dikelola dengan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Penyaluran ini diharapkan tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga mampu membangkitkan semangat kemandirian dan kesejahteraan bagi para penerimanya. Realisasi program penyaluran ini menjadi bukti nyata dampak positif dari zakat yang dikelola secara profesional. BAZNAS Kepri senantiasa mengajak seluruh lapisan masyarakat, instansi, dan pengusaha di Kepulauan Riau untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, BAZNAS Kepri optimis dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan menciptakan perubahan sosial yang lebih luas di Bumi Bunda Tanah Melayu. Penyaluran yang tepat sasaran ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau.
27/04/2026 | Admin Digital Fundrising
Lumpuh Akibat Strok, Pedagang Kecil Penopang Keluarga Terima Bantuan Kesehatan
Lumpuh Akibat Strok, Pedagang Kecil Penopang Keluarga Terima Bantuan Kesehatan
TANJUNGPINANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan bantuan kesehatan bagi Bapak La Musidi, seorang warga yang tengah berjuang melawan penyakit strok yang dideritanya sejak tiga bulan lalu. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang kehilangan sumber penghasilan akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis. Sebelum jatuh sakit, Bapak La Musidi merupakan tulang punggung utama keluarga. Sehari-harinya, ia menyambung hidup dengan berdagang untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Namun, serangan strok tiga bulan lalu membuat kondisi fisiknya lumpuh di satu sisi bagian tubuh, sehingga ia terpaksa berhenti total dari aktivitas pekerjaannya. "Beliau adalah sosok pejuang keluarga. Kondisi strok sebelah badan ini tentu menjadi pukulan berat, bukan hanya secara fisik bagi Pak La Musidi, tapi juga bagi stabilitas ekonomi keluarganya," ujar perwakilan BAZNAS Kepri saat mengunjungi kediaman beliau. Saat ini, Bapak La Musidi masih rutin menjalani berbagai rangkaian terapi penyembuhan untuk mengembalikan fungsi saraf dan motoriknya. Bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS Kepri ini ditujukan untuk meringankan biaya pengobatan, transportasi ke rumah sakit, serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga selama masa pemulihan. Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bantuan yang diterima. Dukungan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi Bapak La Musidi untuk fokus pada proses kesembuhannya tanpa harus terbebani pikiran mengenai biaya harian yang kian menghimpit. Melalui program Kepri Sehat, BAZNAS Kepri terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup warga yang sedang kesulitan.
02/03/2026 | Admin Digital Fundrising
BAZNAS Kepri Salurkan Santunan bagi Puluhan Anak Yatim di Bengkong Sadai
BAZNAS Kepri Salurkan Santunan bagi Puluhan Anak Yatim di Bengkong Sadai
BATAM - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui penyaluran santunan kepada anak yatim dan piatu. Kali ini, perhatian dipusatkan di wilayah RW 01, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Sebanyak 45 anak yatim dan piatu di lingkungan tersebut menerima bantuan sebagai bentuk dukungan moral dan material dari lembaga pengelola zakat tersebut. minggu (1/2/26) Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I. Kehadiran pimpinan BAZNAS Kepri ini menegaskan komitmen lembaga dalam memastikan amanah zakat, infak, dan sedekah sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan, khususnya di wilayah-wilayah padat penduduk seperti Bengkong. Selain jajaran pengurus BAZNAS, acara ini juga didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga sosial, dan perangkat lingkungan dalam memperhatikan kesejahteraan anak-anak yang telah kehilangan orang tua. Program santunan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan harian para penerima manfaat sekaligus memberikan semangat bagi mereka untuk terus menuntut ilmu. Melalui langkah nyata ini, BAZNAS Kepri berupaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memupuk jiwa kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Batam.
01/02/2026 | Admin Digital Fundrising

BAZNAS TV