WhatsApp Icon

BAZNAS Kepri Hadiri Workshop ATM, Perkuat Komitmen Zakat untuk Penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan Malaria

29/09/2026  |  Penulis: HUMAS BAZNAS Kepri

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kepri Hadiri Workshop ATM, Perkuat Komitmen Zakat untuk Penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan Malaria

Perkuat Komitmen Zakat untuk Penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan Malaria. (Doc. BAZNAS Kepri)

Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kontribusi dalam penanggulangan HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) di Provinsi Kepulauan Riau.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran langsung Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., dalam kegiatan Workshop Petunjuk Teknis Integrasi HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) dan Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, yang berlangsung di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Provinsi Kepulauan Riau tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor pemerintah dan lembaga terkait. BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu pihak yang dilibatkan dalam pembahasan upaya percepatan penanggulangan ATM di daerah.

Kehadiran Ketua BAZNAS Kepri menjadi penting karena penanggulangan ATM tidak hanya membutuhkan intervensi medis, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam agenda workshop, BAZNAS Kepri mendapatkan ruang untuk menyampaikan paparan mengenai realisasi program penanggulangan ATM tahun 2025, penganggaran tahun 2026, serta perencanaan program tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kepri, Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I., menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam penanggulangan ATM merupakan bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan zakat, infak dan sedekah, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial dan kesehatan.

“BAZNAS Kepri melihat bahwa persoalan kesehatan, termasuk HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar upaya penanggulangannya dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” ujar Drs. H. Arusman Yusuf, M.H.I.

Ia menegaskan, BAZNAS Kepri terbuka untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, sektor kesehatan, lembaga sosial, dunia usaha dan berbagai pihak lainnya dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

 Bagi BAZNAS Kepri, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi lembaga zakat sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain BAZNAS Kepri, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, antara lain Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, rumah sakit, pemerintah kabupaten/kota, serta pihak swasta dan organisasi terkait.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kepulauan Riau.

Lihat Daftar Rekening →